Depok,Dbestnews.com
Pemerintah Kota Depok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengajak generasi muda untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama serta membangun komunikasi lintas agama demi menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, dalam kegiatan sarasehan bertema “Menguatkan Kerukunan Antar umat Beragama dalam Bingkai Kebersamaan Generasi Muda” yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah MUI Kota Depok, Jalan Nusantara Raya No. 5–7, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Rabu (14/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kota Depok KH Syihabuddin Ahmad, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Chandra Rahmansyah menyampaikan bahwa kerukunan dan toleransi merupakan modal penting dalam membangun Kota Depok yang harmonis dan inklusif.
Ia berharap suasana kehidupan masyarakat yang rukun dapat terus dipelihara sehingga Depok menjadi kota yang membawa rahmat bagi seluruh masyarakat.
“Semoga suasana seperti ini dapat terus kita jaga, sehingga Kota Depok menjadi kota yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Chandra juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, anak muda harus mampu menjadi penghubung antar kelompok masyarakat, bukan justru memperlebar jarak akibat perbedaan.
“Generasi muda harus memiliki dimensi yang mampu membangun jembatan persaudaraan, bukan justru memperlebar jarak perbedaan,” katanya.
Dorong Komunikasi Lintas Agama
Untuk mewujudkan hal tersebut, Chandra mendorong generasi muda dari berbagai latar belakang agama dan pendidikan agar lebih sering berinteraksi serta membangun komunikasi.
Ia mencontohkan pentingnya kegiatan silaturahmi antar lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan, seperti kunjungan sekolah PSKD ke Universitas Islam Depok serta silaturahmi Sekolah Kasih dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui interaksi tersebut, generasi muda diharapkan dapat saling mengenal, memahami perbedaan, menemukan persamaan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati.
Menurut Chandra, komunikasi dan keterbukaan menjadi semakin penting di era digital, ketika informasi dapat tersebar dengan sangat cepat.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan memeriksa kebenaran informasi agar tidak mudah terpengaruh provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Generasi muda Depok dapat mengambil peran sebagai penggerak keutuhan yang berlandaskan toleransi, baik di lingkungan sekolah, kampus, organisasi, maupun keluarga,” tuturnya.
Pemkot Depok Dorong Kota yang Inklusif
Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus membangun kota yang inklusif dan terbuka, serta memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Menurutnya, kota yang inklusif adalah kota yang mampu memberikan ruang bagi seluruh warganya tanpa membedakan latar belakang, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Kota inklusif adalah kota yang mampu memiliki rasa kepada seluruh warganya. Tidak ada yang merasa ditinggalkan, tidak ada yang merasa dibedakan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan kota,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Chandra berharap sarasehan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas agama.
Ia menekankan bahwa kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui sikap saling mengenal, tetapi juga harus diwujudkan dalam kerja sama dan kepedulian antar sesama.
“Kerukunan bukan hanya tentang saling mengenal, tetapi juga tentang kerja sama dan saling membantu,” pungkasnya.
(Goes)
